<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>my blog</title>
	<atom:link href="http://mayang27.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mayang27.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 May 2009 02:18:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mayang27.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>my blog</title>
		<link>http://mayang27.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mayang27.wordpress.com/osd.xml" title="my blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mayang27.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tidak minum susu merupakan petunjuk untuk melawan kanker payudara</title>
		<link>http://mayang27.wordpress.com/2009/05/13/tidak-minum-susu-merupakan-petunjuk-untuk-melawan-kanker-payudara/</link>
		<comments>http://mayang27.wordpress.com/2009/05/13/tidak-minum-susu-merupakan-petunjuk-untuk-melawan-kanker-payudara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 02:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mayang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mayang27.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini didedikasikan untuk Ms. Sou Mey Ling serta yang sedang menderita kanker payudara (BREAST CANCER). Subject: Artikel: tidak minum susu merupakan petunjuk untuk melawan kanker payudara. &#8220;MENGAPA SAYA PERCAYA BAHWA tidak minum SUSU MERUPAKAN PETUNJUK UNTUK MELAWAN breast cancer&#8221; Saya tidak mempunyai pilihan lain kecuali mati atau menemukan obat untuk menyembuhkan diri saya sendiri. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayang27.wordpress.com&amp;blog=5713176&amp;post=181&amp;subd=mayang27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Times New Roman;color:black;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;color:black;">Artikel ini didedikasikan untuk Ms.        Sou Mey Ling serta yang sedang menderita kanker payudara (BREAST        CANCER).</p>
<p>Subject: Artikel: tidak minum susu merupakan petunjuk        untuk melawan kanker payudara.</p>
<p>&#8220;MENGAPA SAYA PERCAYA BAHWA tidak        minum SUSU MERUPAKAN PETUNJUK UNTUK MELAWAN breast cancer&#8221;</p>
<p>Saya        tidak mempunyai pilihan lain kecuali mati atau menemukan obat untuk        menyembuhkan diri saya sendiri. Saya seorang ilmuwan, oleh karena itu        berpikir bahwa tentunya ada penjelasan yang masuk akal bagi penyakit        mematikan yang menyerang satu dari 12 wanita di Inggris        ini.</p>
<p>Saya telah merasakan penderitaan karena kehilangan satu        payudara dan telah menjalani radioterapi. Sekarang saja menerima        kemoterapi yang menyakitkan dan saya juga telah diperiksa oleh beberapa        ahli spesialis yang paling terkemuka di negeri ini. Tetapi jauh di dalam        hati saya, saya merasa yakin bahwa saya menghadapi maut. Saya mempunyai        suami yang mencintai saja, rumah yang indah dan dua anak kecil yang        memerlukan bimbingan saya. Saya sungguh ingin        hidup.</p>
<p>Untunglah, keinginan hidup ini mendorong saya untuk        menggali fakta-fakta, yang baru sedikit diketahui oleh sejumlah kecil        ilmuwan<br />
pada waktu itu. Setiap orang yang berhubungan dengan kanker        payudara akan tahu bahwa beberapa faktor resiko &#8211; seperti usia tua, mens        terlalu dini, menopause terlambat dan sejarah keluarga dengan kanker        payudara, sungguh-sungguh tidak dapat kita cegah. Tetapi ada banyak faktor        resiko lainnya yang dapat kita kontrol dengan        baik.</p>
<p>Faktor-faktor resiko yang &#8216;terkontrol&#8217; ini dengan mudah        terwujud dalam perubahan-perubahan sederhana yang dapat kita lakukan dalam        kehidupan sehari-hari kita untuk mencegah atau mengobati kanker        payudara.</p>
<p>Petunjuk pertama dalam memahami penyebab        berkembangnya kanker payudara saya datang pada saat suami saya Peter, yang        juga ilmuwan, pulang ke tanah air setelah bekerja di Cina, ketika saya        sedang menjalani<br />
pengobatan kemoterapi. Ia membawa kartu-kartu dan        surat-surat, serta juga beberapa ramuan dari tumbuh-tumbuhan, yang        diberikan oleh teman-teman dan ilmuwan-ilmuwan mitra saya di        Cina.</p>
<p>Ramuan-ramuan itu dikirimkan kepada saya untuk        menyembuhkan kanker payudara itu. Meskipun kami menghadapi keadaan yang        menyedihkan pada saat itu, kami dapat tertawa lepas, dan saya ingat telah        mencetuskan perkataan bahwa ramuan ini merupakan pengobatan bagi kanker        payudara di Cina, dan tidak mengherankan bahwa wanita-wanita di Cina        berusaha menghindar dari penyakit ini.</p>
<p>Kata-kata itu selalu        teringat di benak saya. &#8220;Mengapa wanita-wanita di Cina tidak terkena        kanker payudara?&#8221; Saya pernah bekerja sama dengan mitra-mitra Cina dalam        penelitian tentang hubungan antara kimia tanah dan penyakit, dan mengingat        beberapa statistik yang telah dibuat.</p>
<p>Penyakit ini boleh        dikatakan tidak terdapat di seluruh negeri Cina.<br />
Hanya 10.000 wanita di        Cina wafat karena penyakit ini, dibandingkan dengan persentase menakutkan        bahwa satu di antara 12 wanita di Inggris meninggal dunia karena penyakit        ini, dan bahkan angka ini lebih mengerikan lagi menjadi rata-rata satu di        antara 10 wanita di sebagian besar negara-negara Barat. Hal ini bukanlah        karena Cina merupakan negeri yang lebih bersifat pedesaan, dan tidak        banyak terkena polusi perkotaan.<br />
Di daerah Hong Kong yang padat,        persentase meningkat menjadi 34 di antara 10.000 wanita, namun toh masih        jauh lebih sedikit daripada di Barat.</p>
<p>Kota-kota  Hiroshima dan        Nagasaki di Jepang juga memiliki persentase yang hampir sama dengan Cina.        Padahal kedua  kota ini telah diserang dengan senjata        nuklir, sehingga selain kanker yang berhubungan dengan polusi, kita dapat        memperkirakan adanya kasus-kasus kanker yang terkait dengan        radiasi.</p>
<p>Kesimpulan yang dapat kita peroleh dari statistik        ini sungguh mengejutkan. Apabila seorang wanita Barat pindah ke  kota industri  Hiroshima yang terkena radiasi, resiko        terkena kanker payudara ini dapat menjadi satu berbanding dua. Tentu saja        hal ini tidak masuk akal. Saya merasa yakin bahwa ada sebuah faktor        gaya hidup        yang bukan terkait dengan polusi, urbanisasi atau lingkungan hidup yang        nyata-nyata telah meningkatkan kemungkinan wanita Barat terkena kanker        payudara.</p>
<p>Saya kemudian menemukan bahwa penyebab perbedaan        besar dalam persentase kanker payudara antara negara-negara Timur dan        Barat bukanlah karena faktor genetika. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa        apabila orang Cina atau Jepang pindah ke Barat, dalam satu atau dua        generasi persentase kanker payudara mereka mendekati persentase dari        penduduk negara di mana mereka tinggal.</p>
<p>Hal yang sama terjadi        apabila orang-orang Timur sepenuhnya meniru  gaya hidup Barat di Hong        Kong . Sesungguhnya, nama populer yang disebutkan orang di Cina        bagi kanker payudara adalah &#8216;Penyakit Wanita Kaya&#8217;. Ini disebabkan bahwa        di Cina, hanya orang-orang kaya yang dapat menikmati apa yang disebut        sebagai &#8216;Makanan Hong Kong.&#8217;</p>
<p>Orang-orang Cina menggambarkan        semua makanan Barat, termasuk semua kudapan dari es krim dan coklat sampai        spaghetti dan keju, sebagai &#8216;Makanan Hong Kong&#8217; karena hanya terdapat di        bekas koloni Inggris dan dulu jarang ada di daratan        Cina.</p>
<p>Jadi sungguh masuk akal bagi saya bahwa apa yang        menyebabkan kanker payudara saya ini dan banyaknya penderita penyakit        tersebut di negara saya hampir dipastikan berasal dari sesuatu yang        berhubungan dengan  gaya hidup Barat kita, dari kalangan        menengah yang lebih baik. Angka ini juga besar bagi para pria di sini.        Saya telah mengamati dalam penelitian saya bahwa banyak data tentang        kanker prostat juga sampai pada kesimpulan yang sama.</p>
<p>Menurut        angka dari WHO, jumlah pria yang terkena kanker prostat di Cina pedesaan        hampir tidak ada, hanya 0,5 pria di antara 100.000. Namun demikian di        Inggris, Skotlandia dan  Wales , angka ini 70 kali lebih        tinggi. Seperti kanker payudara, penyakit ini merupakan penyakit kalangan        menengah dan terutama menyerang kelompok-kelompok sosial yang lebih kaya        dan mempunyai kehidupan sosial-ekonomi yang lebih tinggi, yaitu mereka        yang dapat menikmati makanan yang bergizi tinggi. Saya teringat berkata        kepada suami saya, &#8220;Ayo Peter, kamu baru saja pulang dari Cina. Apa sih        gaya hidup        Cina yang sangat berbeda dengan kita?&#8221;<br />
&#8220;Mengapa mereka tidak terkena        kanker payudara?&#8221;</p>
<p>Kami memutuskan untuk menggunakan latar        belakang ilmu kami bersama-sama dan melakukan pendekatan dengan logika.        Kami memeriksa data ilmiah yang mengarahkan kami pada kandungan lemak        dalam makanan. Para peneliti pada tahun 1980-an telah menemukan bahwa        hanya 14% kalori di hidangan Cina terdiri atas lemak, dibandingkan dengan        hampir 36% di Barat.</p>
<p>Tetapi makanan yang telah saya makan        selama bertahun-tahun sebelum terkena kanker payudara ini sangat rendah        lemak dan berserat tinggi. Selain itu, sebagai ilmuwan saya tahu bahwa        asupan lemak pada orang dewasa tidak menunjukkan peningkatan resiko kanker        payudara dalam sebagian besar investigasi yang telah dilakukan pada        kelompok-kelompok besar wanita selama dua belas tahun.</p>
<p>Lalu        pada suatu hari sesuatu yang agak istimewa terjadi. Peter dan saya telah        bekerja sama begitu erat selama bertahun-tahun lamanya sehingga saya tidak        yakin siapa di antara kami berdua yang berkata terlebih dahulu:        &#8220;Orang-orang Cina tidak makan produk dari susu!&#8221;</p>
<p>Sulit untuk        menjelaskan kepada orang yang bukan ilmuwan terjadinya &#8216;dentingan&#8217; pikiran        dan perasaan yang mendadak ketika menyadari bahwa pikiran kita terbuka        pada sesuatu hal yang penting. Rasanya seperti ada banyak potongan gambar        di dalam otak kita dan tiba-tiba, dalam beberapa detik, semua teka-teki        ini terangkai dengan baik sehingga membentuk gambar yang        jelas.</p>
<p>Tiba-tiba saya teringat kembali betapa banyak orang        Cina yang tidak dapat mencernakan susu dengan baik, betapa orang-orang        Cina yang bekerja dengan saya selalu berkata bahwa susu hanya untuk bayi,        dan bagaimana salah seorang sahabat karib saya, yang keturunan Cina,        dengan sopan selalu menolak keju pada saat jamuan malam.</p>
<p>Saya        tahu bahwa tak ada orang Cina yang hidup secara tradisional, yang        menggunakan susu sapi atau produk dari susu untuk memberi makan kepada        bayinya. Dalam adat istiadat mereka, mereka menggunakan inang untuk        menyusui tetapi tidak pernah produk dari susu.</p>
<p>Secara budaya,        orang-orang Cina menganggap  gaya Barat kita yang sangat menyukai susu        dan produk dari susu sebagai sesuatu yang sangat aneh. Saya teringat        ketika menjamu sebuah delegasi besar ilmuwan Cina tidak lama setelah        berakhirnya Revolusi Budaya di Cina pada tahun 1980-an.</p>
<p>Atas        nasihat Biro Luar Negeri, kami telah meminta kepada perusahaan jasa boga        untuk menyediakan puding yang mengandung banyak es krim. Setelah        menanyakan dari apa puding itu dibuat, semua ilmuwan Cina itu, termasuk        interpreter, dengan sopan namun tegas menolak untuk memakannya, dan mereka        tidak dapat dibujuk untuk mengubah pikiran mereka. Pada waktu itu kami        semua senang dan menikmati porsi tambahan!</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Saya menemukan        bahwa susu adalah salah satu penyebab umum alergi makanan. Sekitar 70%        penduduk dunia tidak dapat mencernakan gula susu, Laktosa, sehingga para        ahli gizi berpendapat bahwa kondisi ini normal bagi orang dewasa, dan        bukan merupakan sebuah Deficiency (kekurangan) . Mungkin alam berusaha        mengatakan kepada kita bahwa kita telah mengkonsumsi makanan yang        salah. </span></p>
<p>Sebelum saya terkena kanker payudara untuk pertama        kali, saya telah makan banyak produk dari susu, seperti susu tanpa lemak,        keju rendah lemak dan yoghurt. Saya menggunakannya sebagai sumber protein        saya yang utama. Saya juga makan daging cincang sapi yang tidak berlemak,        yang sekarang baru saya sadari mungkin sering berasal dari sapi        perah.</p>
<p>Agar dapat mengatasi kemoterapi untuk tonjolan kanker        saya yang kelima ini, saya telah makan yoghurt organik agar alat-alat        pencernaan saya dapat pulih kembali dan mengembalikan bakteri-bakteri        &#8216;yang baik&#8217; ke<br />
dalam usus saya.</p>
<p>Baru-baru ini, saya        menemukan bahwa pada tahun 1989 yang lalu, yoghurt telah terlibat dalam        kanker ovarium (indung telur). Dr. Daniel Cramer dari University of        Harvard telah meneliti ratusan wanita penderita kanker indung telur dan        telah mencatat dengan rinci apa yang biasa mereka makan. Coba saya tahu        tentang hal ini ketika ia pertama kali        menemukannya.</p>
<p>Mengikuti nasihat Peter dan pendapat saya        tentang makanan Cina, saya memutuskan untuk tidak saja menghentikan        yoghurt tetapi semua produk dari susu, saat ini juga. Keju, mentega dan        yoghurt serta semua makanan yang mengandung susu saya buang ke        sampah.</p>
<p>Betapa mengherankan bahwa begitu banyak produk termasuk sup        buatan, biskuit dan kue mengandung susu. Bahkan banyak merek margarin yang        dijual dengan bahan dari minyak kedelai, minyak bunga matahari atau minyak        zaitun dapat mengandung produk susu. Oleh karena itu saya kemudian membaca        semua kandungan yang tercetak di label-label makanan.</p>
<p>Sampai        saat itu, saya setia mengukur perkembangan tonjolan kanker saya yang        kelima ini dengan alat pengukur dan mencatat hasilnya. Meskipun para        dokter dan suster banyak memberi semangat dan berkata positif kepada saya,        pengamatan saya sendiri mengungkapkan kenyataan yang pahit.<br />
Seri        kemoterapi saya yang pertama untuk tonjolan kelima ini tidak berhasil &#8211;        tonjolan itu tetap sama. Kemudian saya menghapuskan produk-produk dari        susu. Beberapa hari kemudian tonjolan itu mulai        mengecil.</p>
<p>Sekitar dua minggu setelah seri kemoterapi saya        yang kedua dan seminggu setelah tidak mengkonsumsi produk dari susu,        tonjolan di leher saya mulai terasa gatal. Kemudian tonjolan itu melunak        dan mengecil. Garis di alat pengukur, yang tadinya tidak menunjukkan        perubahan, sekarang menunjuk ke bawah setelah tumor itu menjadi kecil dan        mengecil lagi.</p>
<p>Dan secara signifikan, saya mencatat bahwa        daripada menurun secara perlahan-lahan (membentuk curve yang halus)        seperti biasanya terjadi pada kanker, tumor yang mengecil ini digambarkan        seperti garis lurus yang menuju ke bagian bawah alat pengukur, yang        menggambarkan penyembuhan, bukan pembasmian (atau pengurangan)        tumor.</p>
<p>Pada hari Sabtu siang sekitar enam minggu setelah        tidak mengkonsumsi produk-produk susu ini, saya melakukan meditasi selama        sejam kemudian meraba apa yang yang masih tersisa dari tonjolan saya. Saya        tidak menemukannya lagi. Padahal saya sangat berpengalaman dalam        mendeteksi tonjolan kanker, karena saya menemukan kelima tonjolan kanker        saja itu sendiri. Saya turun ke tingkat bawah rumah dan meminta suami saya        meraba leher saya. Ia pun tidak menemukan tonjolan apapun        juga.</p>
<p>Hari Kamis berikutnya saja harus memeriksakan diri saya        pada dokter spesialis kanker saya di Cross Hospital  London . Ia memeriksa        saya dengan teliti, terutama leher saya di mana sebelumnya ada tumor.        Tadinya ia tercengang dan kemudian gembira ketika berkata, &#8220;Saya tidak        menemukannya. &#8220;</p>
<p>Ternyata tidak seorangpun dari dokter-dokter        saya yang memperkirakan bahwa seseorang dengan jenis dan stadium kanker        saya (yang jelas-jelas sudah menyebar ke sistem getah bening) dapat        bertahan hidup, apalagi begitu sehat dan gembira.</p>
<p>Dokter        spesialis saya merasa sangat bahagia seperti saya. Tadinya ketika saya        membicarakan gagasan saya dengannya, ia dapat memahami tetapi bersikap        skeptis. Tetapi saya tahu bahwa sekarang ia menggunakan peta yang        menunjukkan persentase kanker di Cina di dalam kuliah-kuliah yang        diberikannya, dan menganjurkan makanan tanpa produk susu bagi        pasien-pasien penderita kanker..</p>
<p>Saya sekarang meyakini        adanya kesamaan dalam pertalian antara produk dari susu dan kanker        payudara dengan merokok dan kanker paru-paru. Saya percaya bahwa dengan        mengidentifikasi pertalian antara kanker payudara dan produk susu dan        kemudian mengembangkan makanan yang khusus ditujukan untuk mempertahankan        kesehatan dari payudara dan sistem hormon saya, telah menyembuhkan        saya.</p>
<p>Sangat sulit bagi saya, dan mungkin juga bagi anda,        untuk menerima bahwa sebuah zat yang begitu &#8216;alami&#8217; seperti susu dapat        berdampak begitu mencelakakan bagi kesehatan. Tetapi saya merupakan bukti        hidup bahwa hal itu benar-benar terjadi dan mulai besok saya akan        mengungkapkan rahasia kegiatan saya yang mengubah semuanya        ini.</p>
<p>Dikutip dari buku &#8220;Your Life in Your Hands&#8221; karangan        Professor Jane Plant, Ph.D,  CBE.</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mayang27.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mayang27.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mayang27.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mayang27.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mayang27.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mayang27.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mayang27.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mayang27.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mayang27.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mayang27.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mayang27.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mayang27.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mayang27.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mayang27.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayang27.wordpress.com&amp;blog=5713176&amp;post=181&amp;subd=mayang27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mayang27.wordpress.com/2009/05/13/tidak-minum-susu-merupakan-petunjuk-untuk-melawan-kanker-payudara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8651f56f50f40cd4561c6fb11c73009c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mayang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebelum Kamu Menceraikanku, Gendonglah Aku !</title>
		<link>http://mayang27.wordpress.com/2009/05/13/sebelum-kamu-menceraikanku-gendonglah-aku/</link>
		<comments>http://mayang27.wordpress.com/2009/05/13/sebelum-kamu-menceraikanku-gendonglah-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 02:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mayang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mayang27.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu. Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayang27.wordpress.com&amp;blog=5713176&amp;post=179&amp;subd=mayang27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Times New Roman;color:#333333;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;color:#333333;">Pada hari pernikahanku, aku membopong  istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yang cuma berkamar satu.  Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. <span class="yshortcuts">Jadi</span> kubopong ia memasuki rumah kami.</p>
<p>Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah  seorang pengantin pria yang sangat bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yang  lalu.</p>
<p>Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir  air bening. Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha  untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih  diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami  berangkat kerja bersama-sama dan sampai di rumah juga pada waktu yang bersamaan.</p>
<p><span class="yshortcuts">Anak</span> kami sedang belajar di <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 0;cursor:pointer;">luar negeri</span>. <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Perkawinan</span> kami kelihatan  bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak  kusangka-sangka.</p>
<p>Lyn hadir dalam kehidupanku. Waktu itu adalah hari yang  cerah. Aku berdiri di balkon dengan Lyn yang sedang merangkulku. Hatiku sekali  lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yang kubelikan  untuknya.</p>
<p>Lyn berkata, &#8220;Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para  gadis.&#8221; Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru  menikah, istriku pernah berkata, &#8220;Pria sepertimu, begitu sukses, akan menjadi  sangat menarik bagi para gadis.&#8221;</p>
<p>Berpikir tentang ini, Aku menjadi  ragu-ragu. Aku tahu kalau aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup  menghentikannya. Aku melepaskan tangan Lyn dan berkata, &#8220;Kamu harus pergi  membeli beberapa perabot, OK? Aku ada sedikit urusan di kantor.&#8221;</p>
<p>Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya.  Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun  kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk  membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun kujelaskan, ia pasti akan  sangat terluka. Sejujurnya, ia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam ia  sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Makan</span> malam segera  tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan  komputer, membayangkan tubuh Lyn. Ini adalah hiburan bagiku.</p>
<p>Suatu hari  aku berbicara sambil bercanda, &#8220;Seandainya kita bercerai, apa yang akan kau  lakukan? &#8220;</p>
<p>Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara.  Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh  darinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika  tahu bahwa aku serius.</p>
<p>Ketika istriku mengunjungi kantorku, Lyn baru  saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata  penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara  dengan ia. Ia kelihatan sedikit kecurigaan. Ia berusaha tersenyum pada  bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.</p>
<p>Sekali  lagi, Lyn berkata padaku,&#8221; He Bob, ceraikan ia, OK? Lalu kita akan hidup  bersama.&#8221; Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi.</p>
<p>Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, kupegang tangannya,  &#8221; Ada sesuatu  yang harus kukatakan.&#8221; Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku  melihat ada luka dimatanya.. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia  tahu kalau aku terus berpikir.</p>
<p>&#8220;Aku ingin bercerai&#8221;, kuungkapkan topik  ini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku,  tapi ia bertanya secara lembut, &#8220;Kenapa?&#8221; &#8220;Aku serius.&#8221;</p>
<p>Aku menghindari  pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan  berteriak kepadaku, &#8220;Kamu bukan laki-laki!&#8221;.</p>
<p>Pada malam itu, kami sekali  saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah  terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang  memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Lyn.</p>
<p>Dengan perasaan yang  amat bersalah, Aku menuliskan  surat perceraian dimana istriku memperoleh  rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan  mengoyaknya jadi beberapa bagian.. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang  telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam  hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan.</p>
<p>Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak  pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan  untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan  sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.</p>
<p>Pada larut malam, aku kembali ke  rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena  capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia  masih menulis. Aku tertidur kembali.</p>
<p>Ia menuliskan syarat-syarat dari  perceraiannya. Ia tidak menginginkan apapun dariku, tapi aku harus memberikan  waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus  hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan  segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia  tidak ingin anak kami melihat kehancuran <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">rumah tangga</span> kami.</p>
<p>Ia  menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya, &#8220;Bob, apakah kamu masih ingat  bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?&#8221;</p>
<p>Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku.  Aku mengangguk dan mengiyakan. &#8220;Kamu membopongku di lenganmu&#8221;, katanya, &#8220;Jadi  aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku sampai pada waktu  perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus  membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu.&#8221;</p>
<p>Aku menerima dengan  senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yang telah berlalu dan  berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.</p>
<p>Aku  memberitahukan Lyn soal syarat-syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras  dan berpikir itu tidak ada gunanya. &#8220;Bagaimanapun trik yang ia lakukan, ia harus  menghadapi hasil dari perceraian ini,&#8221; ia mencemooh. Kata-katanya membuatku  merasa tidak enak.</p>
<p>Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi  sejak kukatakan perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika  aku membopongnya di hari pertama, kami kelihatan salah tingkah.</p>
<p>Anak  kami menepuk punggung kami, &#8220;Wah, papa membopong mama, mesra sekali&#8221;  Kata-katanya membuatku merasa sakit.. Dari <span class="yshortcuts">kamar tidur</span> ke ruang duduk, lalu ke  pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan  berkata dengan lembut, &#8220;Mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada  anak kita.&#8221; Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang. Aku melepaskan ia di pintu.  Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.</p>
<p>Pada hari kedua, bagi  kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, kami begitu dekat sampai-sampai  aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama  tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi,  beberapa kerut tampak di wajahnya. Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, &#8220;Kebun  diluar sedang dibongkar, hati-hati kalau kamu lewat  sana .&#8221;</p>
<p>Hari  keempat, ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti  sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku. Bayangan Lyn  menjadi samar.</p>
<p>Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku  beberapa hal, seperti, dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yang telah ia  setrika, aku harus hati-hati saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan  kedekatan terasa semakin erat.</p>
<p>Aku tidak memberitahu Lyn tentang ini.  Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa  membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, &#8220;Kelihatannya tidaklah sulit  membopongmu sekarang.&#8221;</p>
<p>Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu  untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa  menemukan yang cocok. Lalu ia melihat, &#8220;Semua pakaianku kebesaran&#8221;.</p>
<p>Aku  tersenyum.Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya  aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu  ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan  sakit.</p>
<p><span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Tanpa</span> sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat  tersebut. &#8220;Pa, sudah waktunya membopong mama keluar.&#8221;</p>
<p>Baginya, melihat  papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yang penting. Ia  memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku  membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir.</p>
<p>Aku menyangga ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang  duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyangga  badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia  kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.</p>
<p>Pada hari terakhir,  ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah  kembali ke sekolah. Ia berkata, &#8220;Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku  sampai kita tua&#8221;.<br />
Aku memeluknya dengan kuat dan berkata &#8220;Antara kita saling  tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra&#8221;.</p>
<p>Aku melompat turun  dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat  pikiranku berubah. Aku menaiki tangga.</p>
<p>Lyn membuka pintu. Aku berkata  padanya,&#8221; Maaf Lyn, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius&#8221;. Ia melihat kepadaku,  kaget. Ia menyentuh dahiku. &#8220;Kamu tidak demam&#8221;.</p>
<p>Kutepiskan tangannya  dari dahiku, &#8220;Maaf, Lyn, Aku cuma bisa bilang maaf padamu, Aku tidak ingin  bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa  merasakan nilai-nilai dari kehidupan, bukan disebabkan kami tidak saling  mencintai lagi.. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku,  ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf  padamu.&#8221;</p>
<p>Dew tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras  kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni  tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga,  kupesan sebuah buket bunga kesayangan istriku.</p>
<p>Penjual bertanya apa yang  mesti ia tulis dalam <span class="yshortcuts">kartu ucapan</span>? Aku tersenyum, dan menulis, &#8220;Aku akan  membopongmu setiap pagi sampai kita tua&#8230;&#8221; </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mayang27.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mayang27.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mayang27.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mayang27.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mayang27.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mayang27.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mayang27.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mayang27.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mayang27.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mayang27.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mayang27.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mayang27.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mayang27.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mayang27.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayang27.wordpress.com&amp;blog=5713176&amp;post=179&amp;subd=mayang27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mayang27.wordpress.com/2009/05/13/sebelum-kamu-menceraikanku-gendonglah-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8651f56f50f40cd4561c6fb11c73009c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mayang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jendela&#8230;</title>
		<link>http://mayang27.wordpress.com/2009/05/13/jendela/</link>
		<comments>http://mayang27.wordpress.com/2009/05/13/jendela/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 02:05:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mayang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mayang27.wordpress.com/2009/05/13/jendela/</guid>
		<description><![CDATA[Sepasang suami istri baru saja pindah ke lingkungan yang baru. Di pagi hari, ketika mereka sedang menikmati sarapan pagi, sang istri melihat jemuran pakaian milik tetangganya yang ia lihat melalui jendela. &#8220;Cuciannya gak bersih,&#8221; katanya, &#8220;Ia gak tahu bagaimana cara mencuci dengan benar. Mungkin Ia memerlukan sabun cuci yang lebih baik.&#8221; Suaminya melihat, namun tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayang27.wordpress.com&amp;blog=5713176&amp;post=177&amp;subd=mayang27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepasang suami istri baru saja pindah ke lingkungan yang baru.<br />
Di pagi hari, ketika mereka sedang menikmati sarapan pagi, sang istri melihat jemuran pakaian milik tetangganya yang ia lihat melalui jendela.<br />
&#8220;Cuciannya gak bersih,&#8221; katanya, &#8220;Ia gak tahu bagaimana cara mencuci dengan benar.   Mungkin Ia memerlukan sabun cuci yang lebih baik.&#8221;<br />
Suaminya melihat, namun tidak memberikan komentar apa-apa.<br />
Setiap kali tetangganya menjemur pakaian, sang istri selalu memberikan komentar yang sama.</p>
<p>Sebulan kemudian, sang istri terkejut melihat jemuran cucian tetangganya yang terlihat sangat bersih.  Sang istripun berkata kepada suaminya, &#8221; Lihat, ia sudah belajar cara mencuci dengan benar. Kira-kira siapa ya yang sudah mengajarkan hal itu padanya?&#8221;.<br />
Sang suami menjawab, &#8221; Aku bangun lebih pagi hari ini dan membersihkan jendela kita.&#8221;<br />
***<br />
Begitupun dalam hidup: Apa yang kita pikirkan ketika memperhatikan orang lain bergantung pada kejernihan pola pikir dari sisi pandang tempat kita melihat.  Apabila kita hendak memberikan penilaian terhadap seseorang, hendaknya kita dapat lebih lagi mempertimbangkan apakah hal tersebut dapat memberikan dampak positif bagi mereka.<br />
Marilah kita belajar untuk selalu melihat dari sisi yang lebih jernih&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mayang27.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mayang27.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mayang27.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mayang27.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mayang27.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mayang27.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mayang27.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mayang27.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mayang27.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mayang27.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mayang27.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mayang27.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mayang27.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mayang27.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayang27.wordpress.com&amp;blog=5713176&amp;post=177&amp;subd=mayang27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mayang27.wordpress.com/2009/05/13/jendela/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8651f56f50f40cd4561c6fb11c73009c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mayang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>4 Tipe Manusia Menghadapi Tekanan</title>
		<link>http://mayang27.wordpress.com/2009/05/13/4-tipe-manusia-menghadapi-tekanan/</link>
		<comments>http://mayang27.wordpress.com/2009/05/13/4-tipe-manusia-menghadapi-tekanan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 01:56:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mayang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mayang27.wordpress.com/2009/05/13/4-tipe-manusia-menghadapi-tekanan/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti pendapat Sosiolog Ulrich Beck yg menyebut kondisi sekarang dg nama Risk Society ( masyarakat risiko ). Kondisi seperti ini menyuguhkan perubahan perubahan yg sangat cepat dan tak jarang mengagetkan, dan tekanan tekanan ini sesungguhnya membentuk watak dan karakter, sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi dengan kondisi ini dikemudian hari. Secara sederhana ada 4 type orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayang27.wordpress.com&amp;blog=5713176&amp;post=176&amp;subd=mayang27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti pendapat Sosiolog Ulrich Beck yg menyebut kondisi sekarang  dg nama Risk Society ( masyarakat risiko ).<br />
Kondisi seperti ini menyuguhkan perubahan perubahan yg sangat cepat dan tak jarang mengagetkan, dan tekanan tekanan ini sesungguhnya membentuk watak dan karakter, sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi dengan kondisi ini dikemudian hari.</p>
<p>Secara sederhana ada 4 type orang dalam menghadapi berbagai macam tekanan tersebut:</p>
<p>1. Type cangkang telur, orang dengan type ini sangat rapuh, sedikit mengalami tekanan saja sudah patah arang, sering kali type ini mengalami stress dan bisa masuk kedalam depresi hingga mendatangkan rasa putus asa, sebenarnya orang type ini bisa diperbaiki watak dan karakternya selama dia memiliki orang orang terdekatnya yg selalu mensupportnya dan membantu semua kesulitannya, ya…tidak seterusnya dia harus bergantung dengan orang lain, tapi kita bantu agar orang ini bisa menumbuhkan ketahanan mentalnya dengan menumbuhkan kepercayaan dirinya dari dalam, artinya dari kesadarannya sendiri, bila type orang ini mau berusaha dengan keras pasti dia bisa merubah watak dan karakternya kearah menjadi lebih baik.</p>
<p>2. Type lempeng logam, type orang ini, pada awalnya seperti kuat menerima tekanan, seperti lempeng logam ini, tapi kalau tekanan itu diterimanya terus menerus maka lempeng logam ini akhirnya akan bengkok juga, artinya type orang ini awalnya dia bisa mengatasi tekanan yg datang, tapi bila tekanan itu terus menderunya lama lama ketahanan mentalnya berkurang, lama lama dia menyerah, hingga akhirnya ada yg masuk kedalam keputusasaan, tapi type ini ada kelebihannya dari type kesatu, setidaknya dia bisa bertahan difase awal sebelum dia menyerah, sebenarnya type orang ini bisa dibantu untuk meningkatkan ketahanan mentalnya, dengan sedikit bimbingan dan dorongan untuk terus maju dan pantang menyerah dalam menghadapi tekanan, ya… dengan membangkitkan jiwa menantang, bila kita dampingi terus type orang ini bisa berkembang menjadi lebih baik dan terus menjadi lebih baik, bila kesadaran dalam dirinya merasa tertantang untuk menghadapi semua kesulitan dan tekanan itu.</p>
<p>3. Type busa/gabus ( sponge ), type orang ini cukup baik dalam menerima tekanan, seperti halnya busa/gabus yg lentur, bisa menyesuaikan dirinya terhadap tekanan dan cepat kembali ke bentuk semula, ya…type orang ini sangat fleksibel dalam menghadapi takanan, dan umumnya type ini bisa bertahan dan lebih baik dari type kesatu dan kedua dalam mengatasi semua tekanan dan kesulitan.</p>
<p>4. Type bola bekel atau bola pingpong, type orang ini sangat ideal dari pada semua type diatas, type ini sangat ekspresif terhadap tekanan, seperti bola bekel/pingpong ini, bila dibanting/ditekan makin terpantul kesana kemari, artinya type orang ini tidak gampang menyerah, dia selalu mencari jalan keluar dalam setiap tekanan, bahkan tekanan yg didapatinya membuat dia lebih kreatif dan ekpresif untuk menghadapi semua tekanan dan kesulitan, ya…type orang ini kebanyakan yg bisa meraih kesuksesan di bidang yg digelutinya.</p>
<p>Anda berada di type yang mana ?, coba anda amati diri anda sendiri,  apapun hasil yg didapat ke salah satu type diatas,  tidak perlu risau, karena tiap type ini bisa diperbaiki gradasinya. Kuncinya adalah  harus sadar dulu akan kondisi anda, dan buatlah kesadaran yg timbul dari dalam diri ini menjadi kekuatan untuk merubah grade menjadi lebih baik. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mayang27.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mayang27.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mayang27.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mayang27.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mayang27.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mayang27.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mayang27.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mayang27.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mayang27.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mayang27.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mayang27.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mayang27.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mayang27.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mayang27.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayang27.wordpress.com&amp;blog=5713176&amp;post=176&amp;subd=mayang27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mayang27.wordpress.com/2009/05/13/4-tipe-manusia-menghadapi-tekanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8651f56f50f40cd4561c6fb11c73009c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mayang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati seorang ayah</title>
		<link>http://mayang27.wordpress.com/2009/02/02/hati-seorang-ayah/</link>
		<comments>http://mayang27.wordpress.com/2009/02/02/hati-seorang-ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 02:05:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mayang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mayang27.wordpress.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?&#8221; Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayang27.wordpress.com&amp;blog=5713176&amp;post=173&amp;subd=mayang27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?&#8221; Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.</p>
<p>Ayahnya menjawab : &#8220;Sebab aku Laki-laki.&#8221; Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman : &#8221; Aku tidak mengerti.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya,<span> </span>kemudian Ayahnya mengatakan : &#8220;Anakku, kamu memang belum mengerti tentang laki-laki.&#8221; Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.</p>
<p>Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :&#8221;Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?&#8221;</p>
<p>Ibunya menjawab: &#8220;Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.&#8221; Hanya itu jawaban Sang Bunda.</p>
<p>Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.</p>
<p>Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya <span> </span>selama <span> </span>ini.</p>
<p>&#8220;Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku sembuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. &#8220;</p>
<p>&#8220;Ku-ciptakan bahunya yang kekar &amp; berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya &amp; kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. &#8220;</p>
<p>&#8220;Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kuberikan Keperkasaan &amp; mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi <span> </span>keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan <span> </span>angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya &amp; yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat &amp; membimbing <span> </span>keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. &#8220;</p>
<p>&#8220;Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai &amp; mengasihi keluarganya, didalam kondisi &amp; situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah <span> </span>memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling <span> </span>menyayangi &amp; mengasihi sesama saudara.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ku-berikan kebijaksanaan &amp; kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan &amp; menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap uaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. &amp; bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar &amp; saling melengkapi serta saling <span> </span>menyayangi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari &amp; menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia &amp; BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar <span> </span>dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. &#8220;</p>
<p>&#8220;Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki <span> </span>oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia &amp; Akhirat.&#8221;</p>
<p>Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut &amp; berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. &#8221; AKU MENDENGAR &amp; MERASAKAN BEBANMU, AYAH.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mayang27.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mayang27.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mayang27.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mayang27.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mayang27.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mayang27.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mayang27.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mayang27.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mayang27.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mayang27.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mayang27.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mayang27.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mayang27.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mayang27.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayang27.wordpress.com&amp;blog=5713176&amp;post=173&amp;subd=mayang27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mayang27.wordpress.com/2009/02/02/hati-seorang-ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8651f56f50f40cd4561c6fb11c73009c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mayang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
